Berwisata ke Tempat Bercuaca Dingin

Berwisata di musim dingin akan menjadi wisata yang menyenangkan sekaligus mengesankan. Namun, jangan lupa untuk menyiapkan bekal yang sesuai untuk daerah tujuan wisata kita, yaitu daerah bermusim dingin. Salah persiapan, bisa-bisa wisata kita justru tidak berakhir bahagia, tapi menderita. Maklum saja, perpindahan dari iklim tropis ke iklim empat musim membutuhkan adaptasi tubuh. Jika tidak bisa beradaptasi, kita justru bisa jatuh sakit.

Nah, berikut beberapa kiat yang perlu dilakukan seputar persiapan berwisata di musim dingin. Dengan mengikuti kiat ini, diharapkan kita akan selalu sehat wal’afiat selama menikmati wisata di musim dingin.

Kenali karakteristik musim dingin tujuan wisata

Sebelum memutuskan berwisata ke sebuah tempat di musim dingin, kenali terlebih dahulu karakter musim dingin di negara tersebut. Pastikan suhu terdingin dan suhu terhangat saat musim dingin di daerah tersebut. Jika perlu dapatkan informasi kemungkinan adanya badai salju.

Informasi karakteristik musim dingin ini penting sebagai bahan pertimbangan barang apa saja yang perlu dipersiapkan dan dibawa.

Kenali tubuh sendiri

Kenali tubuhmu terhadap reaksi dingin, karena tingkat imunitas seseorang berbeda-beda. Cek kesehatan terlebih dulu dengan dokter. Persiapkan fisik agar fit saat menghadapi perubahan cuaca. Karena suhu yang amat dingin menyebabkan tubuh mudah terkena flu atau radang paru. Berangkat dalam kondisi tubuh fit, cukup istirahat dan makan secara teratur dalam perjalanan, serta mengkonsumsi vitamin atau suplemen.

Perhatikan pula kesehatan gigi. Jangan berangkat dengan gigi berlubang, karena udara dingin akan membuat gigi berlubang terasa sakit. Akan sangat mahal bila Anda harus berobat di dokter gigi di luar negeri.

Pastikan Anda sudah mendapatkan penginapan

Di beberapa tempat, musim dingin menjadi salah satu daya tarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Sebaiknya, lakukan pemesanan jauh-jauh hari untuk penginapan dan akomodasi selama berwisata. Selain itu, cek apakah tempat Anda menginap dilengkapi pemanas ruangan yang memadai atau tidak. Karena suhu yang dianggap biasa saja oleh masyarakat lokal bisa terasa sedingin es bagi kita yang berasal dari negara tropis.

Siapkan baju dan perlengkapan yang tepat

Agar tidak kedinginan, jangan lupa membawa baju hangat berupa jaket, sweater, serta mantel yang tidak mudah menyerap air agar kondisi badan tetap terjaga kehangatannya. Jika perlu, gunakan beberapa lapis pakaian atau thermal underwear untuk menghindarkan badan dari kedinginan.

Sediakan kaos kaki dan perlengkapan penghangat lainnya. Tidak hanya badan yang harus dilindungi dari suhu udara yang rendah. Telinga, tangan, leher, dan kaki juga perlu dilindungi karena sangat peka terhadap udara dingin. Oleh sebab itu, siapkan syal, penutup kepala, dan sarung tangan.

Jangan lupakan kaos kaki wol jika tak ingin jari-jari kaki ‘membeku’ dan sepatu tertutup yang nyaman, bahkan bila perlu bawa sepatu boot.

Siapkan obat-obatan

Anda juga harus mempersiapkan obat-obatan, terutama jika Anda adalah tipe orang yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Sebaiknya, jika Anda memiliki alergi terhadap suhu dingin, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum berangkat.

Heater Portable

Udara akan terasa semakin dingin dan suhu akan semakin turun pada malam hari. Mungkin bagi sebagian orang, menggunakan selimut dan baju tebal tidak cukup. Walaupun sudah memakai perlengkapan tersebut, masih saja tubuh menggigil kedinginan dan menyebabkan jadi sulit untuk tidur. Jawaban dari permasalahan ini adalah dengan membawa heater portable. Bentuk nya itu hampir mirip seperti kipas angin portable kotak dan bertenaga listrik, heater portable berbentuk kotak juga tapi bertenaga gas dan listrik (sebagai pemantik).

Pilih makanan dan minuman yang sesuai

Setiap tempat tentu memiliki makanan atau minuman khas untuk mengusir rasa dingin. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk menanyakan ragam jenis makanan atau minuman yang biasa dinikmati penduduk setempat untuk mengusir dingin.

Bagi yang Muslim, tentunya perlu menghindari beberapa makanan yang diharamkan untuk dikonsumsi. Cobalah mencari bahan-bahan herbal yang bersifat hangat seperti madu (honey), jahe (ginger), atau jenis lainnya.

Untuk menghindari serangan flu, cobalah mengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sayur berkuah dan jeruk hangat. Selain itu, jangan terlalu lelah. Beberapa jenis herbal yang disebutkan sebelumnya berkhasiat menghangatkan, menambah energi, dan menambah daya tahan tubuh.

Banyak beraktivitas

Beraktivitas berarti membakar lemak tubuh. Proses metabolisme ini bisa memberikan rasa hangat dari dalam tubuh. Oleh sebab itu, banyak bergerak bisa mengusir rasa dingin yang menyerang. (santi/berbagai sumber)

Comments are closed