Gamis Menutup Aurat

Mengacu pada syariat agama Islam, ada sejumlah kaidah yang harus dipenuhi untuk kategori busana Muslim. Antara lain menutup aurat, tidak menggunakan bahan yang transparan atau tembus pandang, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak menyerupai lawan jenis dan hijab yang menutupi bagian kepala hingga dada. Ternyata pakem tersebut tidak menghambat desainer busana Islami di ini kita dalam mengeksplorasi kreativitasnya.

Jika diamati, sekitar lima tahun belakangan ini bermunculan desainer/brand busana Muslim yang berupaya menawarkan gaya rancangan baru dengan ciri khas masing-masing. Tak luput pula disesuaikan dengan gaya hidup kaum urban yang dinamis dan mengikuti tren fashion secara global tanpa kehilangan identitas ke-Islaman. Bukan hanya dari segi desain, bahkan jenis material, termasuk motif dan warna yang digunakan pun semakin variatif.

Dibandingkan dengan gaya busana Muslim di era sebelumnya yang cenderung monoton dengan pilihan yang terbatas pada tunik, gamis atau abaya serta warna yang didominasi hitam dan putih, serta tanpa sentuhan ornamen, sehingga jauh dari kesan fashionable.

Dengan keragaman gaya busana Muslim dan perputaran tren yang terus bergulir, tentunya Indonesia punya potensi sebagai trendsetter atau acuan bagi industri mode Muslim secara global.

Jetti R. Hadi, Direktur Edukasi Indonesia Islamic Fashion Consortium menyatakan, dengan menjadi kiblat busana Muslim dunia, berarti Indonesia harus siap dalam tiga hal, yakni menjadi pusat inspirasi atau tren, pusat standarisasi kualitas, dan rumah produksi, dalam artian kegiatan produksi dilakukan di sini, bukan dilempar ke luar negeri.

Berikut beberapa trend busana Muslimah sesuai syariat Islam yang mungkin dapat menginspirasi Anda.

* Baca artikel selengkapnya di majalah ESQ Life edisi Februari 2017

Comments are closed