Inovasi, Kontrol Kualitas, dan Layanan Purna Jual

Teddy Tjan, Direktur Marketing PT. Sanken Argadwija

Didirikan tahun 1996 di Jakarta, PT. Sanken Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya sebagai produk lokal di industri elektronik. Direktur Marketing PT. Sanken Argadwija Teddy Tjan saat ditemui di kantor Sanken Jakarta Utara, Rabu (13/4), menceritakan inovasi dan menjaga quality control menjadi kunci sukses dalam berbisnis di industri elektronik yang dijalankan Sanken.

“Inovasi yang dilakukan Sanken itu dengan menanamkan teknologi mutakhir Jepang pada setiap produknya. Warna juga kami ikuti tren sekarang,” jelas Teddy. Selain itu, sambungnya, Sanken menggunakan tenaga ahli dari Jepang guna menjaga kualitas produk. Tak tanggung-tanggung ada lebih dari 30 tenaga ahli Jepang yang dipekerjakan di pabrik Sanken.

Menurut Teddy, tahun 2016 ini sudah semestinya produk lokal yang mengambil peran di industri elektronik. “Sanken ingin menjadi merek yang terkemuka di Indonesia. Minimal tiga besarnya lah. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai merek asing yang menjadi tuan rumah,” tambah pria yang bergabung dengan Sanken 2012 silam.

Meskipun mengedepankan kualitas, sambung Teddy, Sanken tetap memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan kompetitor. “Kami jual lebih murah tapi tidak murahan. Kalau kualitasnya jelek orang tidak mau beli lagi,” jelasnya.

Teddy menambahkan, keunggulan produk lokal ini salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan. “Saat ini kami memiliki 1.300 orang karyawan. Kami bisa memberikan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi dan devisanya nggak keluar, muter aja di dalam negeri,” ujar pria yang berkarir di perusahaan ber-tagline “Santai Ada Sanken” ini.

Selain itu, sambung Teddy, Sanken juga mengutamakan penggunaan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). “Yang water dispenser dua galon Sanken hampir 95 persen lokal Indonesia. Begitu halnya dengan mesin cuci kami,” kata pria berkacamata ini.

Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Sanken tidak melupakan pentingnya layanan purna jual. “Kami memiliki 26 service center dan 200 authorized service center,” paparnya.

Teddy menambahkan, kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci Sanken bisa bertahan lama. “Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual itu sangat penting. Bagaimana cara dia berhubungan, leadership-nya, bagaimana empatinya. ESQ penting untuk sumber daya manusia kita. Karena yang sulit itu kita mengatasi manusianya,” pungkasnya kemudian tersenyum. (irf)

Comments are closed