Kiat Menyiapkan Pensiun Dini

Dalam karir, tidak jarang kita temui kesepatan untuk bisa pensiun dini. Baik itu pensiun dini dalam arti sesungguhnya sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan, maupun pensiun dini dalam arti berhenti kerja sebelum masa pensiun. Baik itu berhenti kerja karena mengundurkan diri, atau diberhentikan karena kebijakan perusahaan.

Apapun alasannya, kita harus menyiapkan diri untuk segala kondisi. Karena yang namanya pekerjaan, belum tentu selalu aman. Ada masa mungkin kita harus memilih untuk berhenti kerja dan memulai proses “pensiun dini”. Agar tidak kaget dan selalu siap, ikuti 3 kiat siap pensiun dini kapanpun juga :

1.Miliki dana cadangan setidaknya 3 bulan gaji

Dari banyak kasus “pensiun dini” yang saya tangani di puluhan perusahaan selama menjadi perencana keuangan, rata-rata ketidaksiapan karyawan untuk berhenti kerja secara mendadak adalah karena tidak memiliki dana cadangan sama sekali. Saat perusahaan memiliki masalah keuangan dan terpaksa mengurangi jumlah karyawan, banyak karyawan yang panik karena tidak siap. Jangankan untuk berhenti kerja dalam jangka panjang, untuk penghasilan bulan depan saja mereka bingung darimana sumbernya jika bukan dari gaji yang selama ini mereka nikmati.

Maka berapapun penghasilannya, pastikan kita punya cadangan likuid setidaknya 3 bulan gaji. Agar jika kondisi terburuk terjadi, masih ada waktu 3 bulan untuk mencari pengganti penghasilan.

Beda dengan mereka yang sudah siap untuk pensiun dini, cadangan gaji 3 bulan hingga setahun sudah dimiliki. Sehingga saat perusahaan melakukan kebijakan efisiensi, atau karena keinginan sendiri, sudah siap untuk berhenti kerja kapan saja hadapi dengan gembira.

2. Batasi hutang dengan aman

Sebab kedua banyak yang gagal saat pensiun dini adalah menganggap memiliki gaji permanen sehingga memaksimalkan hutang. Merasa aman berhutang besar karena di-backup dengan jumlah gaji yang besar. Tidak jarang juga yang memiliki cicilan lebih dari sepertiga gaji atau sepertiga dari total penghasilan termasuk lembur dihitung juga. Maka jangankan pensiun dini, saat terjadi pengurangan lembur saja keuangannya sudah berantakan tak lancar membayar cicilan.

* Baca artikel selengkapnya di majalah ESQ Life edisi Februari 2017

Comments are closed