Tidak Tinggalkan Shalat Meskipun Sibuk Latihan Silat

Hilmy Zahran Al Giffari, Juara Silat Sekolah Dasar

Putra bungsu dari pasangan Dadan Ramdhan dan Neneng Ratnika, Hilmy Zahran Al Giffari, membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dia mampu membuat kedua orang tuanya merasa bangga.

Sejak TK, anak yang gemar menyanyikan lagu-lagu barat ini sudah ikut berbagai pertandingan. Mulai dari lomba menabung, lomba tahfidz, tafdzil Al-Qur’an, sampai lomba paduan suara diikutinya. Hilmy juga sempat beberapa kali mengikuti lomba, di antaranya lomba sholat berjamaah, lomba senam irama, lomba volley, dan pernah juga menjadi juara kedua lomba baca puisi saat perkemahan pramuka di sekolah ketika dia kelas 4.

Namun, semua lomba itu tidak dia tekuni. Lain halnya dengan pencak silat, yang ditekuni terus hingga kini dan ikut serta dalam berbagai kejuaraan. Saking menikmatinya, tak terasa 6 tahun sudah anak lelaki yang kini tingginya hampir melampaui Ibunya itu malang melintang di dunia silat Perisai Diri.

“Aku ikut Perisai Diri sejak kelas 1 SD melalui ekstra kulikuler di sekolah,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa yang mengarahkan dia ikut ekskul PD adalah ayahnya. Menurut ayahnya dengan belajar PD selain bermanfaat untuk menjaga diri, juga merupakan olah raga bela diri asli Indonesia sehingga menjadi kebanggaan. Apalagi Hilmy dilatih oleh para mantan juara silat Asean Games dan juara silat dunia, seperti Samiaji dan Galih.

“Di sini banyak pelatih hebat dan banyak teman juga. Mulai dari TK hingga SMA, bahkan kuliah.” katanya antusias.

Banyak predikat juara diraihnya. Antara lain, juara 1 kelas F putra dan juara 3 solospel tingkat SD sederajat di Kejurnas Silat Perisai Diri Antarpelajar ke-2, dan piala Hamengkubuwono X di Jakarta pada Januari 2015.

Dia juga turut andil menghantarkan klub silat ranting Lodaya Bandung meraih juara umum. Selanjutnya, juara ke-3 kategori tanding putra Kejuaraan Pencak Silat Open Turnament JKTC, di Jakarta pada April 2016.

Berlanjut ke Agustus 2016 di Kejuaraan Pencak Silat Bandung Open dan berhasil meraih medali emas untuk kategori tanding Kelas I Putra Pemula. Berikutnya di kejuaraan antar ranting/unit piala Walikota Bandung pada Oktober 2016, berhasil meraih 3 medali emas untuk kategori Teknik Kombinasi Beregu usia dini putra, kategori berpasangan tangan kosong usia dini putra, dan kategori tanding kelas H usia dini putra. Sekaligus pula turut mengantarkan SD Assalaam Bandung sebagai juara umum tingkat usia dini.

“Kemenangan adalah bonus atau hadiah dari Allah. Namun, sekiranya aku kalah bukan berarti Allah tidak mengabulkan do’a ku, tapi belum rezekinya untuk kali ini dan Allah simpan untuk lain waktu. Yang penting aku tetap berusaha berlatih giat dan bertanding dengan baik serta tak lupa berdoa. Dan dalam kondisi apapun, pesan Papa dan Mama agar tidak meninggalkan shalat.” ungkap bocah 11 tahun itu.

Walaupun giat berlatih di sekolah dan di klub, bukan berarti siswa Diniyyah Taklimiyyan Aliyyah (DTA) ini melalaikan belajar. Meskipun di DTA-nya jarang masuk dan cuma ikut susulan UAS, namun murid kelas 6 SD ini dapat meraih nilai rata-rata 8,5 untuk hafalan surat-surat dalam Al-Qur’an. Sementara di sekolah dia hampir menyelesaikan hafalan juz 30. Targetnya selesai SD dia hafal Al-Qur’an juz ke-30. (san)

Comments are closed